Sunday, May 22, 2016

Mochammad Faris P R - 5113100034 - Kelas F


Nama : Mochammad Faris Ponighzwa Rizkanda
NRP : 5113100034
Kelas : MPPL F

Proyek yang dikerjakan adalah pembuatan suatu sistem pengadaan barang di PT PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) Cabang Tanjung Perak. Sistem ini berkaitan dengan proses bisnis yang terjadi pada perusahaan tersebut khususnya pada bidang pengadaan barang. Sehingga dengan adanya sistem ini diharapkan akan mempermudah proses bisnis yang sedang berjalan menjadi lebih mudah dan efektif kembali. Gambaran umum sistem yang akan dirancang, secara garis besar akan menangani dan melakukan pengawasan (monitoring) terhadap proses bisnis yang terjadi pada pengadaan barang digudang. Sehingga untuk melakukan proses permintaan penambahan barang hingga barang tersebut sampai akan ditangani oleh sistem. Untuk itu, sistem ini memiliki kebutuuhan fungsional sebagai berikut :

1. Menambahkan data barang yang disimpan
2. Mengkategorikan barang yang ada di gudang
3. Menampilkan data vendor dan barang yang disediakan
4. Melakukan pencatatan barang yang masuk
5. Melakukan pencatatan barang yang keluar
6. Mencetak laporan keluar masuk barang
7. Melakukan proses pengadaan barang

Dengan kebutuhan fungsional diatas, maka kami menyusun dokumen pendukung yang diantaranya terdiri dari :

1. KAK : https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmb082ZGVXS1JCZjg/view?usp=sharing

2. Project Charter : https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmOHJwM0l6Rmdmckk/view?usp=sharing

3. Manajemen Waktu : 
https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmM1FQaVkxSGg1WDA/view?usp=sharing

4. Manajemen Biaya :
https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmWFpvc015U05VVGM/view?usp=sharing

5. Manajemen SDM :
https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmWVU1NnhhMG9QSlU/view?usp=sharing

6. Manajemen Resiko
https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmeXVyX193cG1xM28/view?usp=sharing

7. Dokumen Pendukung
https://drive.google.com/file/d/0B4n-XKRfxtvmYjNwd04yNmNZMU0/view?usp=sharing

Sunday, May 8, 2016

Manajemen Mutu Perangkat Lunak

Mendefinisikan Kualitas Perangkat Lunak
Kualitas merupakan kata yang meragukan dan dibutuhkan untuk definisi yang secara hati-hati untuk dimaknai. Untuk sistem perangkat lunak apapun, seharusnya ada 3 spesifikasi yaitu :
  • Spesifikasi fungsional
    Menggambarkan apa yang dikerjakan sistem, merupakan fokus utama metodologi seperti Unified Software Development Process
  • Spesifikasi kualitas (atribut)
    Fokus pada, bagaimana fungsi beroperasi.
  • Spesifikasi sumber daya
    Fokus pada seberapa banyak yang harus dihabiskan oleh sistem
Beberapa kualitas dapat diidentifikasi untuk menghasilkan perangkat lunak yang mencerminkan pandangan eksternal perangkat lunak yang akan diliki user, sebagaimana pada kasus usability. Kualitas eksternal akan dipetakan ke faktor internal dimana developer akan bersikap waspada. Hal ini bisa diperdebatkan, misalnya kode yang tersusun dengan baik (well-constructed code) umumnya memiliki kesalahan lebih sedikit dan peningkatan kemampuan untuk digunakan.
Mendefinisikan kualitas tidak cukup hanya dengan jika kita melakukan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan sistem sehingga kita perlu melakukan pengukuran kualitas. Untuk setiap karakteristik kualitas, satu atau lebih pengukuran yang ditemukan akan menghasilkan nilai derajat kualitas.
Pengukuran yang baik harus dapat menghubungkan jumlah unit sampai keadaan yang maksimal. Jumlah maksimum kesalahan pada program, misalnya kesalahan yang berhubungan dengan ukuran program sehingga pengukuran kesalahan per seribu baris kode (fault per thousand line of code) akan lebih membantu daripada jumlah kesalahan (total fault) pada program sebagai jaminan kualitas program.
Mencoba untuk menemukan pengukuran untuk kualitas tertentu membantu mengklarifikasi apakah kualitas itu. Yang dipertanyakan adalah, dampak terhadap ‘Bagaimana kita mengetahui kapan hal ini akan berhasil?’ menjawab tentang sasaran kualitas akan dijelaskan lebih lanjut.
Kemungkinan pengukuran kualitas dapat dilakukan secara langsung atau indirect dimana sesuatu yang diukur bukan kualitasnya sendiri tetapi indikator kualitas yang dihadirkan. Misalnya jumlah permintaan oleh user diterima dengan bantuan pengoperasian aplikasi perangkat lunak tertentu dapat menjadi pengukuran usability secara indirect. Dengan identifikasi manajemen pengukuran pengaturan program bagi tim anggota proyek sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengukuran itu sendiri. Misalnya jumlah kesalahan yang ditemukan di baris program tidak bisa dihitung, pada dasarnya hal itu memerlukan proses pemeriksaan yang lebih teliti, sehingga kesalahan lebih mudah ditemukan. Meningkatkan pengukuran ini bisa saja dilakukan, tentu saja, dengan mengetahui kesalahan yang ada melalui langkah pemeriksaan daripada menghilangkan kesalahan dari awal – dimana hal ini bukan faktor utama.
Kebutuhan utama untuk spesifikasi karakteristik kualitas adalah
  • Definisi / deskripsi : definisi karakteristik kualitas.
  • Skala : unit pengukuran.
  • Uji : uji praktis yang dilakukan dimana dihasilkan atribut kualitas
  • Penerimaan secara sederhana : nilai terburuk yang mungkin saja diterima jika karakteristik lain dibandingkan dengan kualitas, dan saat produk belum diterima.
  • Batas target : batas nilai dimana perencanaan pengukuran nilai Kualitas seharusnya diperbaiki.
  • Sekarang : hasil yang diharapkan sekarang
Oleh karena itu ada pengukuran yang dapat diaplikasikan lebih dari satu ke karakteristik kualitas. Saat melakukan daftar (drafting) spesifikasi kualitas karakteristik kualitas mungkin saja akan terbagi dalam beberapa sub-karakteristik. Misalnya sub-karakteristik dari ‘usability’ mungkin saja dapat dijelaskan (communicativeness). Satu aspek yang mungkin saja menjadi pemahaman struktur menu, adalah begitu mudahnya menemukan perintah untuk menyelesaikan beberapa fungsi. Aspek lain dari penjelasan tersebut adalah bagaimana mengatakan keberadaan pesan kesalahan yang muncul, melalui halaman “help”
Keutamaan Kualitas Perangkat Lunak
Kita berharap kualitas menjadi fokus pada semua prosedur barang dan jasa. Bagaimanapun juga, karakteristik khusus perangkat lunak menjadi hal yang tak mudah dimengerti (intangibility) dan kompleksitas, membuat permintaan khusus
  • Meningkatkan perangkat lunak secara kritis. End user umumnya tertarik tentang kualitas umum perangkat lunak, terutama yang dapat diandalkan. Hal ini akan menyebabkan peningkatkan ketergantungan suatu organisasi pada sistem komputer dan perangkat lunak sehingga lebih berguna untuk area keamanan kritis (pengamanan data), misalnya pengontrolan pesawat terbang (aircraft)
  • Hal yang tidak dimengerti (intangibility) oleh perangkat lunak membuat kesulitan untuk mengetahui pekerjaan tertentu dalam memuaskan customer di proyek. Hasil pekerjaan ini menjadi sesuatu yang dapat dimengerti (tangible) dengan menuntut developer menghasilkan ‘deliverables’ yang dapat diuji untuk kualitas
  • Penjumlahan kesalahan selama pengembangan perangkat lunak. Sebagai pengembangan sistem komputer , jumlah langkah output dibuat dari satu langkah input ke langkah selanjutnya, kesalahan pada deliverables awal akan ditambahkan pada langkah berikutnya, yang mengarahkan ke penjumlahan efek merugikan. Umumnya pada proyek berikutnya dimana kesalahan ditemukan menjadi lebih mahal untuk diperbaiki. Sebagai tambahan, karena jumlah kesalahan sistem tidak diketahui, fase debugging proyek menjadi sulit sekali untuk dikontrol.Untuk alasan inilah manajemen kualitas merupakan bagian utama keseluruhan manajemen proyek.
Menempatkan Kualitas Perangkat Lunak pada Perencanaan ProyekKualitas akan berfokus pada semua langkah perencanaan dan pelaksanaan proyek, dapat dilihat pada gambar 1




  • Langkah 1: identifikasi ruang lingkup dan sasaran proyek. Beberapa sasaran berhubungan dengan kualitas aplikasi yang akan dikerjakan.
  • Langkah 2: identifikasi infrastruktur proyek. Dengan langkah ini maka memerlukan identifikasi standard instalasi dan prosedur. Beberapa diantaranya akan berbicara tentang kualitas
  • Langkah 3: analisis karakteristik proyek. Pada analisis karakteristik proyek berdasarkan kualitas, aplikasi akan diimplementasikan untuk melihat kebutuhan khusus kualitas. Misalnya pada keamanan kritis (keamanan data) yang ekstrim dari keseluruhan tambahan batas aktifitas yang bisa digunakan sebagai pengembangan versi ke n dimana tim pengembang pada software versi sebelumnya akan sama berjalan secara paralel dengan output yang akan di cross cek untuk bahan perdebatan.
  • Langkah 4: identifikasi produk dan aktifitas proyek. Poin ini sangat penting dimana masukan, keluaran dan kebutuhan proses di identifikasi untuk setiap proyek. Kebutuhan alami digambarkan lebih jelas pada bab ini.
  • Langkah 5: tinjau ulang dan publikasi perencanaan. Pada langkah ini keseluruhan aspek kualitas perencanaan proyek akan di tinjau ulang.

Sunday, May 1, 2016

Manajemen Proses

Monitoring Proses yang dapat dilakukan untuk mengawasi pengembangan proyek perangkat lunak dari Sistem Informasi Pengadaan Barang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya


Sunday, April 24, 2016

Sunday, April 17, 2016

MPPL F Milestone


Teknik Pengembangan yang dipilih : Teknik Waterfall

Cara Kerja : 

Teknik Waterfall merupakan suatu teknik dalam perangkat lunak dengan cara melakukan pengembangannya secara terurut mulai penggalian kebutuhan, melakukan design, konfirmasi project, testing dan training. Semua aktifitas yang dilakukan dilakukan secara terurut. Sehingga cara kerjanya adalah sebagai berikut : 


1. Definisi Aktifitas:

Sehingga Dari Main map tersebut dapat dihasilkan aktifitas sebagai berikut:
Start Planning
Penggalian kebutuhan dengan wawancara kepada stakeholder
Penggalian kebutuhan dengan pihak karyawan
Menentukan fungsi dan fitur yang akan diaplikasikan
Menentukan batasan aplikasi
Membuat project plan
Design Project
Menentukan alur program (logika program)
Menentukan konsep pengerjaan meliputi database, framework dan perangkat pengerjaan
Confirm Execution
Memulai pengerjaan membuat kode program untuk aplikasi
Testing and Debuging
Melakukan testing dan debugging aplikasi
Melakukan testing final (release dikalangan umum)
Membuat laporan daftar fitur, kekurangan, dokumentasi, dan fitur yang dapat diupdate di versi selanjutnya
Release Product
User Manual and Training
Close Project

2. Pengurutan Aktifitas :
Agar project ini dapat dilakukan control dan aktifitas yang jelas, maka dilakukan pengurutan terhadap kumpulan dari aktifitas tersebut.
Penjadwalan yang akan dilakukan memiliki range dalam waktu 40 hari. Dalam range waktu tersebut telah ditentukan project apa yang akan dikerjakan. Sehingga dalam jangka waktu 40 hari aktivitas yang dilakukan hanya proses pengembangannya saja.

1Start Planning
1.1Penggalian kebutuhan dengan wawancara kepada stakeholder
1.2Penggalian kebutuhan dengan pihak karyawan
1.3Menentukan fungsi dan fitur yang akan diaplikasikan
1.4Menentukan batasan aplikasi
1.5Membuat project plan
2Design Project
2.1Menentukan alur program (logika program)
2.2Menentukan konsep pengerjaan meliputi database, framework dan perangkat pengerjaan
3Confirm Execution
3.1Memulai pengerjaan membuat kode program untuk aplikasi
4Testing and Debuging
4.1Melakukan testing dan debugging aplikasi
4.2Melakukan testing final (release dikalangan umum)
4.3Membuat laporan daftar fitur, kekurangan, dokumentasi, dan fitur yang dapat diupdate di versi selanjutnya
5Release Product
5.1User Manual and Training
Close Project

3. Estimasi SumberDaya
Start Planning
Penggalian kebutuhan dengan wawancara kepada stakeholderAlat : Alat Komunikasi
Bahan : -
Tenaga Kerja : Project manager
Penggalian kebutuhan dengan pihak karyawanAlat : Alat Komunikasi
Bahan : -
Tenaga Kerja : Project manager
Menentukan fungsi dan fitur yang akan diaplikasikanAlat : Word Processor
Bahan : Hasil wawancara
Tenaga Kerja : Sistem Analis
Menentukan batasan aplikasiAlat : StarUML
Bahan : Dokumen definisi kebutuhan
Tenaga Kerja : Sistem Analis
Membuat project planAlat : Word Processor
Bahan : Hasil wawancara
Tenaga Kerja : Sistem Analis
Design Project
Menentukan alur program (logika program)Alat : StarUML
Bahan : Dokumen definisi kebutuhan
Tenaga Kerja : Sistem Analis
Menentukan konsep pengerjaan meliputi database, framework dan perangkat pengerjaanAlat : Power Designer
Bahan : Dokumen SKPL
Tenaga Kerja : Sistem Analis
Confirm Execution
Memulai pengerjaan membuat kode program untuk aplikasiAlat : PHPmyAdmin, Sublime
Bahan : Dokumen DPPL
Tenaga Kerja : Programmer
Testing and Debuging
Melakukan testing dan debugging aplikasiAlat : Web Browser
Bahan : Source Code hasil implementasi
Tenaga Kerja : Tester, Stakeholder
Melakukan testing final (release dikalangan umum)Alat : Web Browser
Bahan : Source Code hasil implementasi
Tenaga Kerja : Tester, Stakeholder
Membuat laporan daftar fitur, kekurangan, dokumentasi, dan fitur yang dapat diupdate di versi selanjutnyaAlat : Word Processor
Bahan : Hasil wawancara
Tenaga Kerja : Sistem Analis
Release Product
User Manual and TrainingAlat : Word Processor
Bahan : Project Final
Tenaga Kerja : Analis & Programmer
Close Project
4. Estimasi Durasi
Start Planning15 days
Penggalian kebutuhan dengan wawancara kepada stakeholder3 days
Penggalian kebutuhan dengan pihak karyawan3 days
Menentukan fungsi dan fitur yang akan diaplikasikan5 days
Menentukan batasan aplikasi2 days
Membuat project plan2 days
Design Project4 days
Menentukan alur program (logika program)2 days
Menentukan konsep pengerjaan meliputi database, framework dan perangkat pengerjaan2 days
Confirm Execution8 days
Memulai pengerjaan membuat kode program untuk aplikasi8 days
Testing and Debuging6 day
Melakukan testing dan debugging aplikasi2 days
Melakukan testing final (release dikalangan umum)2 days
Membuat laporan daftar fitur, kekurangan, dokumentasi, dan fitur yang dapat diupdate di versi selanjutnya2 days
Release Product5 day
User Manual and Training5 days
Close Project2 days

6. Pengembangan Jadwal


Task NameDurationStartFinishResource Names
Start Planning15 dayMon 11/04/16Mon 11/04/16Cayza Angka
Penggalian kebutuhan dengan wawancara kepada stakeholder3 daysWed 13/04/16Fri 15/04/16Cayza Angka
Penggalian kebutuhan dengan pihak karyawan3 daysMon 18/04/16Wed 20/04/16Cayza Angka
Menentukan fungsi dan fitur yang akan diaplikasikan5 daysThu 21/04/16Wed 27/04/16Cayza Angka
Menentukan batasan aplikasi2 daysThu 28/04/16Fri 29/04/16Cayza Angka
Membuat project plan2 daysMon 02/05/16Tue 03/05/16Cayza Angka
Design Project4 dayTue 03/05/16Tue 03/05/16Cayza Angka
Menentukan alur program (logika program)2 daysWed 04/05/16Thu 05/05/16Cayza Angka
Menentukan konsep pengerjaan meliputi database, framework dan perangkat pengerjaan2 daysFri 06/05/16Mon 09/05/16Cayza Angka
Confirm Execution8 dayThu 05/05/16Thu 05/05/16Cayza Angka
Memulai pengerjaan membuat kode program untuk aplikasi8 daysTue 10/05/16Thu 19/05/16Cayza Angka
Testing and Debuging6 dayFri 20/05/16Fri 20/05/16Faris Ponighzwa
Melakukan testing dan debugging aplikasi2 daysFri 20/05/16Mon 23/05/16Faris Ponighzwa
Melakukan testing final (release dikalangan umum)2 daysTue 24/05/16Wed 25/05/16Faris Ponighzwa
Membuat laporan daftar fitur, kekurangan, dokumentasi, dan fitur yang dapat diupdate di versi selanjutnya2 daysThu 26/05/16Fri 27/05/16Faris Ponighzwa
Release Product5 dayTue 24/05/16Tue 24/05/16Faris Ponighzwa
User Manual and Training5 daysMon 30/05/16Fri 03/06/16Faris Ponighzwa
Close Project2 daysMon 30/05/16Tue 31/05/16Faris Ponighzwa